You are currently viewing Merahnya Catsuba Menggelorakan Semangat Kami
oplus_2

Merahnya Catsuba Menggelorakan Semangat Kami

Ada yang ringan di kepala kami, manakala lima hari terlewati. Apalagi sebelum peer teaching training dimulai. Walaupun cuaca yang dingin, kabut yang tebal diiring angin yang kencang ditambah dengan tugas yang harus diselesaikan tak membuat kami gentar. Qadarullah, kelompok kami Mbah KH. Hasyim Asy’ari sehat semua tida ada yang tumbang di tengah jalan.

Tugas demi tugas kami selesaikan dengan baik. Lomba demi lomba kami tuntaskan bahkan meraih gelar juara pertama di beberaa ragam lomba kelompok yang diikuti. Ikatan semakin kuat manakala satu sama lain saling melengkapi.

Kali ini, tidur kami agak nyenyak, karena tidak diiringi tugas malam. Selepas giat subuh kami diberikan kesempatan untuk bergegas menyiapkan diri menggunakan pakain PDL. Kami yang antusias berswafoto dari satu tempat ke tenpat lain, dari satu orang ke rekan-rekan lain yang telah kami anggap saudara.

Kebun bunga Ciputri adalah destinasi yang akan kami tuju. Berjalan kaki dengan masing-masing kelompok dibersamai Peldam (Pelatih Damping) kami. Perjalanannya tidak terlalu jauh, kami disuguhkan dengan hijaunya kebun teh dan hamparan merah kebun strawberi.

Sebelum memasuki kebun yang dimiliki oleh H. Supari dan Ibu Siti Hawari, kami dipersilakan untuk menguatka yel-yel kelompok kami. Mempertontokan keunikannya masing-masing menambah seru pagi kami. Lagi-lagi kelompok kami mendapatkan gelar juara pertama lomba yel yel. Setelah sebelumnya beberpaa lomba kami boyong juga juara pertamanya.

Memasuki area seluas 6 hektar, mata kami dimanjakan dengan hamparan merah, kuning, hijau, bahkan ungu warna bunga-bunga indah dan mempesona. Suatu kehormatan manakala kami disambut owner yang sedang sakit namun menyempatkan diri menyambut kami, yaitu Bunda Sri. Menurutnya, kebun Ciputri ini terkenal dengan bunga castubanya. Siapapun yang melihat bunga castuba semua menyangka bahwa pasti bunga itu datangnya dari kebun mereka. Waw, bangga mendengarnya.

Dibagi beberapa kelompok kami berkeliling mengitari hamparan kebun dengan aneka warna dan macam bunga. Kami pun diberikan kesempatan untuk bertanha kepada tour guide yang ternyata pengelola kebunnya, kang Ahoy.

Bukan ibu-ibu namanya jika melihat bunga tidak dibeli. Seru, di tengah padatnya kegiatan, kami diselingi berkunjung ke kebun bunga. Galeri gawai kami penuh dengan foto-foto indah. Terima kasih panitia KPD Jabar Sarongge Valley.Ada yang ringan di kepala kami, manakala lima hari terlewati. Apalagi sebelum peer teaching training dimulai. Walaupun cuaca yang dingin, kabut yang tebal diiring angin yang kencang ditambah dengan tugas yang harus diselesaikan tak membuat kami gentar. Qadarullah, kelompok kami Mbah KH. Hasyim Asy’ari sehat semua tida ada yang tumbang di tengah jalan.

Tugas demi tugas kami selesaikan dengan baik. Lomba demi lomba kami tuntaskan bahkan meraih gelar juara pertama di beberaa ragam lomba kelompok yang diikuti. Ikatan semakin kuat manakala satu sama lain saling melengkapi.

Kali ini, tidur kami agak nyenyak, karena tidak diiringi tugas malam. Selepas giat subuh kami diberikan kesempatan untuk bergegas menyiapkan diri menggunakan pakain PDL. Kami yang antusias berswafoto dari satu tempat ke tenpat lain, dari satu orang ke rekan-rekan lain yang telah kami anggap saudara.

Kebun bunga Ciputri adalah destinasi yang akan kami tuju. Berjalan kaki dengan masing-masing kelompok dibersamai Peldam (Pelatih Damping) kami. Perjalanannya tidak terlalu jauh, kami disuguhkan dengan hijaunya kebun teh dan hamparan merah kebun strawberi.

Sebelum memasuki kebun yang dimiliki oleh H. Supari dan Ibu Siti Hawari, kami dipersilakan untuk menguatka yel-yel kelompok kami. Mempertontokan keunikannya masing-masing menambah seru pagi kami. Lagi-lagi kelompok kami mendapatkan gelar juara pertama lomba yel yel. Setelah sebelumnya beberpaa lomba kami boyong juga juara pertamanya.

Memasuki area seluas 6 hektar, mata kami dimanjakan dengan hamparan merah, kuning, hijau, bahkan ungu warna bunga-bunga indah dan mempesona. Suatu kehormatan manakala kami disambut owner yang sedang sakit namun menyempatkan diri menyambut kami, yaitu Bunda Sri. Menurutnya, kebun Ciputri ini terkenal dengan bunga castubanya. Siapapun yang melihat bunga castuba semua menyangka bahwa pasti bunga itu datangnya dari kebun mereka. Waw, bangga mendengarnya.

Dibagi beberapa kelompok kami berkeliling mengitari hamparan kebun dengan aneka warna dan macam bunga. Kami pun diberikan kesempatan untuk bertanha kepada tour guide yang ternyata pengelola kebunnya, kang Ahoy.

Bukan ibu-ibu namanya jika melihat bunga tidak dibeli. Seru, di tengah padatnya kegiatan, kami diselingi berkunjung ke kebun bunga. Galeri gawai kami penuh dengan foto-foto indah. Terima kasih panitia KPD Jabar Sarongge Valley.

Cianjur, 27 Desember 2024

Leave a Reply